Analisis Struktur Bawah Permukaan

Sebaran kejadian gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur menunjukkan pola yang cenderung mengelompok pada beberapa wilayah tertentu. Pola tersebut mengindikasikan adanya pengaruh struktur geologi yang mengontrol aktivitas kegempaan seperti sesar.

Metode gravitasi dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi dan menginterpretasikan struktur bawah permukaan yang diduga berperan terhadap pola aktivitas kegempaan tersebut. Variasi nilai gravitasi mencerminkan perbedaan distribusi massa batuan di bawah permukaan sehingga dapat digunakan untuk mengenali batas litologi, cekungan, tinggian batuan dasar, maupun indikasi keberadaan sesar.

Analisis dilakukan menggunakan Peta Simple Bouguer Anomaly (SBA), Anomali Regional, Anomali Residual, First Horizontal Derivative (FHD), dan Second Vertical Derivative (SVD). Masing-masing peta memberikan informasi yang saling melengkapi dalam mengidentifikasi karakteristik struktur bawah permukaan serta mendukung interpretasi dugaan sesar berdasarkan perubahan nilai dan gradien anomali gravitasi.

Berdasarkan pola sebaran aktivitas gempa bumi, wilayah Nusa Tenggara Timur dibagi menjadi beberapa cluster agar analisis gravitasi dapat dilakukan secara lebih rinci pada setiap wilayah. Setiap cluster menyajikan hasil pengolahan data gravitasi beserta interpretasi singkat mengenai indikasi struktur bawah permukaan yang diperoleh dari analisis tersebut.

Scroll to Top